Baru Pertama Kali KPR? Ini Pegangan Anda! - Synthesis Homes

Baru Pertama Kali KPR? Ini Pegangan Anda!

Selalu ada yang pertama untuk semua hal, termasuk membeli rumah lewat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Rasa bimbang dan bingung adalah hal yang wajar untuk dialami dalam situasi ini. Namun jangan biarkan rasa bimbang dan bingung ini berlarut-larut, hingga menghalangi Anda untuk memiliki rumah idaman sendiri.

Mengutip dari laman Rumah.123.com, untuk meningkatkan kemungkinan pengajuan KPR diterima, simak 5 pegangan ini.

Pastikan BI Checking Bersih

Bank akan membantu dalam menilai kelayakan pinjaman sebelumnya, karena seluruh riwayat pinjaman pasti tercatat di Bank Indonesia. Biasanya, bank pertama kali akan meminta data untuk dilakukan pengecekan. Oleh karena itu, sebelum mengajukan KPR pastikan catatan kredit bersih

Penghasilan Minimal Tiga Kali Lipat Angsuran Bulanan

Bank menghimbau agar cicilan bulanan tidak melebihi sepertiga gaji. Hal ini wajar karena bank tidak ingin nasabahnya kesulitan memenuhi biaya hidup sambil membayar angsuran yang berisiko membuat kredit macet. Kalau sudah menikah, beban pinjaman akan menjadi lebih ringan karena bank menerima joint income, sehingga otomatis nominal angsuran KPR yang disetujui oleh bank juga lebih besar.

Siapkan DP Rumah dan Biaya Lainnya

Meskipun beberapa bank ada yang memberikan ketentuan Down Payment (DP) atau uang muka kurang dari 30% harga rumah, bukan berarti aman untuk menyiapkan dana pas-pasan ketika memilih mengajukan KPR. Bank akan menyarankan menambah uang muka agar angsuran bulanan lebih ringan. Jangan lupa juga bahwa banyak biaya-biaya tambahan di luar DP yang harus disiapkan. Bank akan membebani biaya appraisal, biaya asuransi jiwa, asuransi kebakaran, biaya proses, provisi, Akte Pemberian Hak Tanggungan (APHT) & Surat Kuasa Memegang Hak Tanggungan (SKMHT), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), juga biaya notaris ke dalam komponen angsuran pertama.

Masa Kerja Minimal Dua Tahun

Jika kita seorang pegawai, pastikan sudah memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun. Serta, bekerja di perusahaan saat ini minimal satu tahun sebelum mengajukan KPR. Bank akan meminta surat keterangan kerja dari perusahaan.

Pastikan Sertifikat Rumah Lengkap dan Tidak Bermasalah

Status sertifikat rumah setidaknya harus sudah Hak Milik/Hak Guna Bangunan/Strata Title, serta memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), denah bangunan, Akte Jual Beli dan Pajak Bumi Bangunan. Anda bisa memanfaatkan jasa notaris untuk melakukan pengecekan sebelum memutuskan mengajukan KPR.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us
Calls
Email
Whatsapp